Serap Aspirasi Warga Dukuhjati Kidul, Ischak Apresiasi Pelestarian Dodol Bumbung


Oleh ZUL/PKL , 13 September 2026
Sumber: utama.tegalkab.go.id

Slawi – Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman berdialog langsung dengan masyarakat Desa Dukuhjati Kidul, Kecamatan Pangkah, melalui kegiatan Bupati Tilik Desa, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang dikemas dalam Dialog Interaktif dan Diseminasi Informasi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, persoalan, dan usulan pembangunan sekaligus mendapatkan pelayanan pemerintah secara langsung di desa.

Sejak pagi, berbagai layanan pemerintah daerah dihadirkan di Desa Dukuhjati Kidul. Masyarakat dapat mengakses pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan, BPJS, pembayaran pajak kendaraan, SIM, donor darah, pemeriksaan kesehatan dan ternak, layanan sosial hingga pasar murah. Warga juga diberi ruang untuk menyampaikan usulan, kritik dan persoalan yang dihadapi di wilayahnya.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, Bupati Tilik Desa merupakan kegiatan rutin sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, dengan membawa perangkat daerah langsung ke desa, masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor pemerintahan untuk memperoleh pelayanan maupun menyampaikan aspirasinya.

“ Kita membawa seluruh perangkat daerah ke desa, sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor pemerintah untuk mendapatkan pelayanan. Selain pelayanan, kita juga ingin mendengar langsung aspirasi, kritik dan saran dari masyarakat,” ujar Ischak.

Dalam dialog yang dimoderatori Tri Wiharjo tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan, salah satunya terkait infrastruktur jalan. Warga menyoroti akses jalan dari Desa Dukuhjati Kidul menuju Desa Karanganyar dan Desa Depok. Untuk ruas Dukuhjati Kidul–Karanganyar, proses pengaspalan saat ini telah berjalan.

Aspirasi juga disampaikan terkait dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan. Salah seorang warga, Guntur, menanyakan bentuk bantuan pemerintah bagi para petani sekaligus mengusulkan pembangunan sumur di wilayah yang masih mengalami keterbatasan air.

Menurutnya, ketersediaan air sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian sehingga petani dapat meningkatkan masa tanam hingga tiga kali dalam setahun. Ia berharap dukungan anggaran sektor pertanian dapat terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan petani.

Menanggapi hal tersebut, Ischak menjelaskan bahwa dukungan pemerintah kepada petani diberikan melalui berbagai program, baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Tegal maupun APBN pemerintah pusat.

“Kalau yang besar-besar seperti mesin dan traktor itu dari Kementerian, sumber dananya dari APBN. Kalau kita dari APBD Kabupaten Tegal, memang anggarannya terbatas. Kemarin ada bantuan traktor roda dua, traktor roda empat atau traktor roller, kemudian bantuan benih jagung untuk 10.000 hektare, benih padi, dan sekarang juga sedang dilakukan pendataan untuk bantuan sumur pompa dan pompanisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pecabean menyampaikan persoalan status sejumlah ruas jalan serta tindak lanjut pembangunan yang sebelumnya telah diusulkan melalui Musrenbang. Salah satunya terkait ruas Jalan Pecabean–Kebagusan yang sebelumnya diketahui berstatus jalan kabupaten, namun kemudian berubah menjadi jalan desa.

Menanggapi persoalan tersebut, Ischak memastikan rencana pengaspalan Jalan Pecabean tetap berjalan. Pekerjaan tersebut dialokasikan anggaran sekitar Rp450 juta dan direncanakan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026.

“Ini bukan dihentikan, tapi memang sempat terpending karena ada beberapa kendala terkait anggaran. Insyaallah nanti bulan Oktober sudah mulai dilaksanakan,” tegasnya.

Selain menyerap aspirasi pembangunan dan pelayanan, kunjungan Bupati Tilik Desa juga menjadi momentum untuk melihat potensi budaya Desa Dukuhjati Kidul. Salah satunya adalah dodol bumbung, kuliner tradisional warisan masyarakat setempat yang kini semakin jarang dibuat.

Kepala Desa Dukuhjati Kidul Fajar Fauzi Hakim menyampaikan bahwa desanya memperoleh Dana Desa Bangga Budaya sebesar Rp100 juta pada 2026. Anggaran tersebut salah satunya dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali tradisi pembuatan dodol bumbung melalui pelatihan dan praktik bersama masyarakat, yang kemudian dilanjutkan dengan festival budaya dan pertunjukan wayang.

“Kami ingin dodol bumbung tidak hanya berhenti pada kegiatan tahun ini, tetapi bisa terus dilestarikan dan menjadi bagian dari identitas budaya Desa Dukuhjati Kidul,” katanya.

Fajar berharap upaya pelestarian tersebut dapat berkelanjutan melalui pembentukan tim budaya dan kelompok seni di tengah masyarakat.

Ischak mengapresiasi langkah Desa Dukuhjati Kidul dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal. Menurutnya, pelestarian dodol bumbung tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai potensi ekonomi sekaligus identitas desa.

“Budaya lokal harus terus dijaga dan dikembangkan. Kalau dikelola dengan baik, bukan hanya menjadi warisan yang kita pertahankan, tetapi juga bisa menjadi potensi ekonomi dan identitas bagi desa,” ujarnya.

Selain persoalan infrastruktur, pertanian dan budaya, pemerintah desa juga menyampaikan perkembangan pembangunan dan pelayanan masyarakat di Dukuhjati Kidul. Sejumlah pembangunan tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sementara pelayanan kesehatan dan kegiatan sosial terus dilakukan melalui sinergi pemerintah desa, perangkat daerah dan fasilitas kesehatan setempat.

Menutup kunjungannya, Ischak menegaskan bahwa berbagai aspirasi, usulan dan laporan yang disampaikan masyarakat maupun pemerintah desa dalam kegiatan Bupati Tilik Desa akan menjadi bahan perhatian Pemerintah Kabupaten Tegal dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan ke depan.

“Semua masukan dari masyarakat akan kami catat dan menjadi bahan evaluasi serta perencanaan pembangunan berikutnya. Pemerintah hadir bukan hanya untuk memberikan pelayanan, tetapi juga untuk mendengarkan dan mencari solusi bersama masyarakat,” pungkasnya.