Slawi – Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar kegiatan tarawih dan silaturahmi Ramadan di Masjid Al Mujahidin, Dukuh Duren, Desa Jembayat, Kecamatan Margasari pada Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ischak Maulana Rohman bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Forkopimcam Margasari.
Rangkaian kegiatan
diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Magrib, Isya, dan tarawih
berjamaah bersama masyarakat setempat. Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan
silaturahmi dan dialog antara pemerintah daerah dan warga.
Dalam sambutannya,
Bupati Tegal menegaskan bahwa kegiatan tarawih dan silaturahmi (tarhim) ini bukan
sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah
masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk mendengar langsung aspirasi
warga.
“Melalui kegiatan ini,
kami ingin membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah
daerah, sehingga setiap aspirasi dapat kami dengar dan tindak lanjuti sesuai
kewenangan,” ujarnya.
Pada kesempatan
tersebut, Ischak juga menyampaikan keprihatinan atas sejumlah bencana yang
melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tegal. Di antaranya banjir bandang di
kawasan Guci, bencana tanah bergerak di Desa Padasari, banjir di Margasari,
serta sejumlah wilayah lainnya yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Ia berharap kondisi
tersebut tidak semakin meluas. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi diperkirakan berakhir
pada minggu kedua bulan Maret. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap
waspada.
“Kami mengingatkan
warga untuk lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan, mengingat kondisi curah
hujan yang masih cukup tinggi,” pesannya.
Menjawab berbagai
pertanyaan warga terkait kondisi jalan yang mengalami kerusakan akibat
tingginya curah hujan, Bupati menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah
Kabupaten Tegal telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk perbaikan
infrastruktur jalan.
Beberapa ruas jalan di
Kecamatan Margasari yang akan mendapatkan penanganan antara lain ruas
Margasari–Jedug, Jedug–Pagerbarang, Margasari–Margaayu, Jembayat–Danareja,
serta Kesambi–Sidamulya.
Selain infrastruktur,
Pemkab Tegal juga memberikan perhatian pada perlindungan sosial dan
kesejahteraan masyarakat. Tahun ini, sebanyak 1.500 marbot masjid mendapatkan
fasilitas asuransi ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan jiwa. Apabila
terjadi risiko pada penerima manfaat, maka akan diberikan santunan sesuai
ketentuan.
Di bidang keagamaan,
pemerintah daerah juga terus memperhatikan kesejahteraan guru ngaji. Sebanyak
9.500 guru ngaji menerima insentif dari Pemkab Tegal. Jika pada tahun
sebelumnya masing-masing menerima Rp1,7 juta per orang/tahun, maka pada tahun 2026
insentif tersebut dinaikkan menjadi Rp2 juta per orang/tahun.
Pada kesempatan
tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)
Kabupaten Tegal turut menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Al Mujahidin
serta santunan bagi anak-anak yatim di sekitar Dukuh Duren sebagai bentuk kepedulian
dan penguatan solidaritas sosial di bulan suci Ramadan.
Dalam suasana hangat
dan penuh kebersamaan, kegiatan ditutup dengan tausiah dan doa yang disampaikan
oleh K.H. Nawawi Ashari, yang juga menjabat sebagai Rois Syuriah PCNU Kabupaten
Tegal.
Melalui kegiatan ini,
diharapkan terjalin kedekatan yang semakin erat antara pemerintah daerah dan
masyarakat, serta terbangun semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai
tantangan pembangunan dan kondisi alam yang tengah terjadi.