Slawi – Sebanyak 362 putra-putri
Kabupaten Tegal resmi menerima Surat Keputusan (SK) penerima Beasiswa Program
Unggulan Bupati Tegal Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa). Penyerahan SK secara
simbolis berlangsung di Pendopo Amangkurat, Kompleks Kantor Pemerintah
Kabupaten Tegal, Jumat pagi (21/8/2026).
Ratusan penerima beasiswa dari
berbagai desa tersebut hadir dengan membawa cerita dan harapan yang sama melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih
baik.
Salah satunya Riska Amalia
Febriana, warga Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna. Riska menjadi penerima
beasiswa Sadesa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Pancasakti Tegal
pada Program Studi Pendidikan Matematika.
Bagi Riska, beasiswa Sadesa bukan
sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi kesempatan untuk mewujudkan cita-cita
yang selama ini ia impikan.
“Saya sangat senang dengan adanya
program beasiswa Sadesa ini karena saya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi. Saya berharap setelah lulus nanti dapat menjadi tenaga
pendidik yang bisa berkontribusi bagi anak-anak lainnya,” ujar Riska.
Ia pun menyampaikan apresiasi
kepada Bupati Tegal atas hadirnya program tersebut.
“Terima kasih sebanyak-banyaknya
kepada Bapak Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang sudah membuat program
Sadesa sehingga dapat mewujudkan cita-cita anak-anak seperti saya di Kabupaten
Tegal untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Cerita serupa datang dari Selvi
Dwi Rahmawati, warga Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah. Selvi menjadi
penerima beasiswa Sadesa tahun ini untuk menempuh pendidikan di Universitas
Bhamada, Program Studi Psikologi.
Bagi Selvi, kesempatan tersebut
terasa semakin istimewa karena pada 2025 dirinya belum berhasil menjadi
penerima beasiswa Sadesa.
“Saya sangat bersyukur tahun ini
bisa menjadi salah satu penerima program beasiswa Sadesa. Bagi saya, Sadesa
merupakan jembatan untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Sebagai anak desa,
melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah sebuah mimpi, dan sekarang
saya bisa mewujudkan mimpi tersebut,” ungkap Selvi.
Ia bertekad tidak menyia-nyiakan
kesempatan yang telah diberikan. Setelah menyelesaikan pendidikan, Selvi ingin
kembali memberikan manfaat bagi lingkungan tempat tinggalnya.
“Saya tidak akan menyia-nyiakan
kesempatan ini. Semoga setelah lulus nanti saya dapat berkontribusi maksimal
bagi masyarakat di desa saya maupun masyarakat Kabupaten Tegal pada umumnya,”
tuturnya.
Pendidikan sebagai Investasi Masa
Depan
Dalam sambutan dan arahannya yang
dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, Bupati Tegal Ischak
Maulana Rohman menyampaikan selamat kepada seluruh penerima beasiswa Sadesa. Ia
berpesan agar para mahasiswa baru menjalani perkuliahan dengan tekun, rajin,
dan penuh semangat.
Bupati berharap investasi
pendidikan melalui program Sadesa kelak mampu memberikan dampak yang lebih
luas, tidak hanya bagi penerima beasiswa, tetapi juga bagi keluarga dan
masyarakat di sekitarnya.
“Dengan adanya program ini,
masyarakat berharap kalian dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar
atau minimal perekonomian keluarga kelak ketika sudah lulus,” pesannya.
Menurutnya, pembangunan daerah
tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik seperti jalan, jembatan,
dan infrastruktur lainnya. Yang tidak kalah penting adalah menyiapkan generasi
muda yang berkarakter, kompeten, dan memiliki daya saing.
“Pemerintah Kabupaten Tegal
memandang pendidikan merupakan investasi paling penting dalam membangun masa
depan daerah. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik,
tetapi bagaimana kita menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kompeten, dan
berdaya saing,” kata Bupati.
Program Sadesa, lanjutnya, hadir
bukan sekadar sebagai bantuan pembiayaan pendidikan, melainkan sebagai ikhtiar
pemerintah daerah untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri
daerah agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Penerima Meningkat, Kolaborasi
Diperkuat
Komitmen tersebut terlihat dari
meningkatnya jumlah penerima manfaat program Sadesa. Pada 2025, program ini
telah memberikan manfaat kepada 287 penerima beasiswa. Sementara pada 2026,
jumlahnya meningkat menjadi 362 penerima.
Tahun ini Pemkab Tegal
menggandeng tujuh perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Bhamada, STKIP NU,
Poltek Purbaya, Universitas Muhammadiyah Tegal, Universitas Harkat Negeri,
Universitas Pancasakti Tegal, dan Universitas IBN.
Dari 362 penerima tersebut,
sebanyak 347 mahasiswa memperoleh dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten
Tegal, sedangkan 15 mahasiswa memperoleh dukungan pembiayaan dari Poltek
Purbaya.
Bupati menilai kolaborasi
tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun sumber daya manusia bukan hanya
menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi dapat diperkuat melalui semangat
gotong royong dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Atas dukungan tersebut, Bupati
menyampaikan apresiasi kepada tujuh perguruan tinggi mitra dan berharap kerja
sama yang telah terbangun terus diperkuat.
“Saya berharap kerja sama ini
tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan pendidikan dan program beasiswa saja,
tetapi benar-benar mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, memiliki
integritas, kompetensi, dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi untuk
kemajuan desa dan Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Bukan Sekadar Mengejar Nilai
Di hadapan para penerima
beasiswa, Bupati juga menitipkan pesan agar beasiswa yang diterima dipandang
sebagai amanah sekaligus kepercayaan.
Para mahasiswa diminta
memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, belajar
sungguh-sungguh, menjaga integritas, serta membangun kedisiplinan.
Bupati mengingatkan bahwa
keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari nilai akademik. Kemampuan
komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, literasi digital, serta kepedulian
sosial juga perlu dikembangkan selama menempuh pendidikan.
“Jadilah mahasiswa yang tidak
hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan di masyarakat.
Dan satu hal yang tak kalah penting, dari mana kalian berasal, ketika nanti
telah meraih gelar, ilmu, dan pengalaman, dapat kembali memberi manfaat untuk
keluarga dan masyarakat Kabupaten Tegal,” pesannya.
Bagi Riska, Selvi, dan 360
penerima lainnya, program Sadesa menjadi awal perjalanan baru. Dari desa,
mereka mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Dari kesempatan
itu pula, tumbuh harapan agar kelak ilmu yang diperoleh dapat kembali ke desa
dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Bupati pun menegaskan tekadnya
untuk menjadikan pendidikan sebagai investasi yang mampu melahirkan perubahan
nyata.
“Saya ingin membuktikan bahwa investasi pendidikan akan melahirkan perubahan. Jadilah sarjana yang membanggakan keluarga, bermanfaat bagi masyarakat, dan ikut membawa Kabupaten Tegal semakin maju dan tangguh,” pungkasnya.