Slawi – Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar istighosah dan doa bersama di halaman kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Guci, Kecamatan Bumijawa, Kamis (29/1/2026). Kegiatan yang dihadiri jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta masyarakat Desa Guci dan Rembul ini menjadi momentum penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di kawasan wisata Guci.
Dalam kesempatan
tersebut, Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, S.H. menyampaikan bahwa
Pemerintah Kabupaten Tegal memprioritaskan penanganan infrastruktur dasar
sebagai langkah awal memulihkan aktivitas masyarakat dan pariwisata. Fokus
utama diarahkan pada penanganan Jembatan Curug Jedor serta Jembatan Pancuran 13
dan Pancuran 5 yang merupakan aset milik Pemkab Tegal.
Bupati Ischak
menjelaskan, hasil rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Tim Anggaran
Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyepakati penanganan darurat Jembatan Curug
Jedor menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Penanganan tersebut
dilakukan melalui pemasangan jembatan Bailey sepanjang kurang lebih 30 meter
untuk segera memulihkan akses dan keselamatan masyarakat.
“Langkah ini kami ambil
agar akses masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas di kawasan Guci kembali
berjalan dengan aman,” ujar Bupati Ischak.
Selain penanganan
darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal juga mengalokasikan anggaran
sekitar Rp 4 miliar yang dialihkan untuk pembangunan Jembatan Pancuran 13 dan
Jembatan Pancuran 5. Kedua jembatan ini dinilai strategis dalam mendukung
kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas wisata yang menjadi penggerak
ekonomi lokal.
Bupati Ischak
menegaskan, pemulihan kawasan Guci tidak hanya berorientasi pada pembangunan
fisik, tetapi juga pemulihan rasa aman dan kepercayaan masyarakat. Menurutnya,
kehadiran pemerintah harus dirasakan secara nyata oleh warga, terutama
pascabencana.
“Kami ingin memastikan
bahwa negara hadir di tengah masyarakat, tidak hanya membangun infrastruktur,
tetapi juga menguatkan kembali harapan dan optimisme warga,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi
masyarakat terkait penggratisan Wahana Pancuran 13, Bupati Ischak menyampaikan
bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal akan mendorong dan menyampaikan aspirasi
tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan, sesuai
kewenangan pengelolaan kawasan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Pemerintah Kabupaten Tegal berharap, melalui langkah percepatan pemulihan infrastruktur dan sinergi lintas sektor, kawasan wisata Guci dapat segera bangkit dan kembali menjadi destinasi yang aman, nyaman, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.