Slawi- Pemkab Tegal melalui Dinas kelautan, perikanan dan Peternakan/DKPP terus melakukan Upaya dalam mendorong peternak menuju usaha Kolektif melalui SPR (Sentra Peternakan Rakyat) Lembu Barokah yang bersentra di desa Dukuh Tengah kecamatan Margasari agar dapat berorientasi bisnis dan berdaya saing tinggi . Sejak Pandemi kegiatan SPR Lembu Barokah terpaksa mengurangi kegiatan yang melibatkan massa, selama kurang lebih lima bulan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Wujud upayanya dengan melakukan kegiatan pendampingan pada peternak dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan . Kegiatan pendampingan rutin dilakukan oleh Dinas KPP dengan mengunjungi 18 kelompok ternak dengan jumlah ternak 1.700 ekor sapi yang ada di SPR Lembu Barokah yang merupakan sentra perubahan dalam pengelolaan kelembagaan dan SDM Peternakan menuju terbentuknya usaha peternakan kolektif yang mandiri dan berorientasi bisnis provit.
Melalui Kegiatan pendampingan diharapkan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan yang mensejahterakan peternak dapat terwujud. Hadirnya SPR Lembu Barokah yang didirikan sejak tahun 2015 menjadi penting dalam rangka untuk menciptakan populasi ternak berencana sebagai pusat pertumbuhan komoditas peternakan dalam suatu kawasan serta menumbuhkan kesadaran kelompok ternak dalam meningkatkan keterampilan beternak secara baik dan benar.
Demikian disampaikan Kepala DKPP Ir. Khofifah,MM, dalam acara talkshow “Bincang Kreatif” yang disiarkan secara live di Studio Radio Slawi FM dan kanal youtobe pemkab.tegal Selasa 01/9/2020. Talkshow yang diselenggarakan Dinas Kominfo itu juga menghadirkan Miftahurohman Ketua SPR Margasari dan Drh. Denok Asih Triranti selaku Pendamping Usaha Peternakan sebagai nara sumber.
Lebih lanjut Khofifah mengatakan, ada 3 langkah cara penguatan kelompok ternak yang menjadi pondasi bisnis/usaha kolektif dalam SPR Lembu Barokah Margasari yang memiliki 18 Kelompok peternak Sapi di tengah Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Pertama, Penguatan administrasi dengan melakukan pergantian kepengurusan dan melakukan up date data ternak KTT/Kelompok Tani Ternak dengan form yang disediakan melalui Link https://bit.ly/sensusternakSPR, agar dapat dijadikan sistem informasi sebagai basis data untuk menyusun populasi berencana.
Kedua, Manajemen pengolahan makan Ternak dengan membuat cadangan makanan Ternak dengan silase dan fermentasi paket komplit dengan memanfaatkan limbah pertanian yang ada. Kegiatan ini dapat memperkecil pengeluaran biaya pakan dan waktu cari rumput lebih sedikit.
Ketiga, Pengelolaan limbah Ternak pada musim kemarau seperti ini menjadi peluang penghasilan tambahan bagi KTT, pembuatan pupuk kandang organik punya potensi baik bagi bisnis peternakan. Banyak petani yang membutuhkan pupuk sebagai pendudkung pertumbuhan tanaman dalam pertanian dan perkebunan.
“Intinya” dengan melakukan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk kandang organik dan dijual harapanya dapat mendukung biaya pakan ternak dan bisa sebagai tambahan pendapatan Kelompok peternak.”Pungkas Khofifah”.
Pada kesempatan lain Ketua SPR Lembuh Barokah Miftahurohman menambahkan, Hadirnya SPR yang difasilitasi pemerintah kabupaten Tegal sangat membantu para peternak dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber dana dan sumber daya menuju usaha kolektif berupa sarana dan pelayanan pemasaran berupa pengembangan ,pengawalan dan pendampingan SDM. Kondisi Pandemi Covid-19 mendesak peternak untuk lebih kreatif agar kegiatan beternak tetap produktif seperti biasa tetapi aman. “ Ujarnya (Diskominfo Kab.Tegal/EW).