Pemerintah Kabupaten Tegal Genjot Progres KDMP, Fokus Pada Percepatan Pembukaan Gerai


Oleh BN, 19 September 2025
Sumber: tegalkab.go.id

Slawi – Progres pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Tegal baru mencapai 30 persen dari total 287 KDMP. Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Tegal, Joko Kurnianto dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Rapat Gedung Candra Kirana, Kamis (18/9/2025).

Joko menjelaskan target Provinsi Jawa Tengah pada akhir September harus mengoperasionalkan 5.000 KDMP. Namun berdasarkan data terakhir, jumlahnya baru sekitar 1.200.

“Jadi mulai awal Oktober itu sudah mulai bermunculan KDMP yang segera operasional. Meskipun hanya satu gerai, karena satu gerai pun sudah dianggap operasional,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Imam Rudy juga menjelaskan percepatan pembukaan gerai lebih difokuskan pada Laku Pandai bagian jasa pembayaran online.

“Pertimbangannya, kalau menunggu gerai buka setelah mendapatkan kucuran modal dari Himbara, kemungkin September ini belum bisa tercapai. Padahal target se-Jawa Tengah harus operasional 5.000 dari 8.000 atau hampir 75 persen,” jelasnya.

Rudy juga menambahkan, harapannya minimal terdapat satu gerai untuk modal usaha kegiatan awal KDMP. Kemudian 30 September mendatang akan bertemu dengan mitra agar jumlah gerai bisa terus bertambah.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Tegal, Nurhayati menjelaskan pentingnya komunikasi terkait KDMP. Menurutnya, media sosial sekarang sangat masif di mana sulit untuk menyerap informasi yang benar. Disinilah Kominfo berperan untuk memberikan informasi yang seimbang.

“Kita akan dukung penuh program prioritas ini melalui lini komunikasi kepada publik melalui media sosial, website dan rekanan media. Kami akan terus berusaha memberikan dan mengawal informasi secara utuh mengenai manfaat dan tujuan koperasi merah putih,” tegasnya.

Dalam rapat koordinasi ini juga membahas peluang keterkaitan KDMP dengan penyaluran pupuk bersubsidi. Hingga saat ini, mekanisme penyaluran pupuk subsidi masih belum memiliki kejelasan. Namun jika dilihat pupuk subsidi ini memiliki peluang terbesar untuk KDMP.

Menanggapi hal tersebut, Joko menegaskan bahwa memang Satgas pusatnya di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Oleh karena itu, pupuk subsidi dapat berperan sebagai support system ketahanan pangan.

“Dalam produksi pertanian, pupuk subsidi menjadi sarana prasarana yang dapat menjadi titik kunci,” ungkapnya. (WMA).