Dikebut Sebelum Lebaran, Huntara Jadi Penguat Semangat Warga Padasari


Oleh ZUL , 26 February 2026
Sumber: utama.tegalkab.go.id

Jatinegara - Di tengah hamparan lahan seluas 4,7 hektare di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, geliat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak tanah bergerak Desa Padasari terus menunjukkan progres signifikan. Suara alat berat berpadu dengan aktivitas para pekerja yang tampak sibuk menyelesaikan tahapan demi tahapan pembangunan.

Direktur Teknik pembangunan huntara dari Kementerian Pekerjaan Umum, Fahrizal, yang ditemui di lokasi proyek pada Kamis, (26/02/2026), menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang untuk menampung 456 unit hunian. Selain tempat tinggal sementara yang layak dan aman, kawasan huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas umum guna menunjang kebutuhan warga.

“Di lokasi ini berdiri di atas tanah seluas 4,7 hektare, dengan kapasitas 456 hunian. Selain hunian, kami juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti masjid, lapangan olahraga, area parkir, posko kesehatan, dan posko keamanan,” jelasnya.

Menurut Fahrizal, progres pembangunan saat ini telah memasuki tahap land clearing di area paling belakang. Pengecoran jalan akses juga telah dilakukan guna memperlancar mobilitas material dan pekerja di dalam kawasan. Sementara itu, untuk unit hunian, proses mobilisasi panel-panel bangunan sudah dimulai, disertai pembangunan di dua blok awal.

“Satu blok terdiri dari 12 unit hunian. Saat ini kami sudah mulai pembangunan di dua blok. Secara keseluruhan, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 20 persen dari target 100 persen,” ungkapnya.

Di sejumlah titik, tampak para pekerja terus bergerak, menyusun panel, merapikan struktur, hingga memastikan kualitas konstruksi sesuai standar teknis. Pembangunan dilakukan secara paralel agar target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.

Terkait target rampungnya pembangunan, Fahrizal menegaskan bahwa sesuai arahan Menteri Pekerjaan Umum, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri. Hal ini diharapkan dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi warga terdampak untuk segera menempati hunian sementara yang lebih aman dan representatif.

Saat ditanya mengenai rencana pembangunan di lokasi kedua, Fahrizal menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menegaskan masih menunggu arahan dari Bupati Tegal terkait penentuan lokasi kedua, sehingga pembangunan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

“Untuk lokasi kedua, kami masih menunggu arahan dari Bupati Tegal. Harapannya, jika sudah ditetapkan, total hunian yang dapat dibangun bisa mencapai sekitar 900 unit rumah sesuai kebutuhan warga terdampak,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tegal menyambut baik percepatan pembangunan ini sebagai wujud komitmen bersama dalam penanganan dampak bencana. Huntara tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat berteduh sementara, tetapi juga ruang pemulihan sosial dan psikologis bagi warga Desa Padasari yang tengah bangkit dari musibah.